CiepCuit

Just another WordPress.com weblog

US, Obama, Israel, Palestine, Diplomasi Damai!!!??? March 5, 2010

Filed under: lit bit mikirrr — ciptani @ 4:09 pm

Diplomasi Damai AS Masa Obama dalam Membangun Hubungan Baru dengan Dunia Islam
(Study kasus Inisiatif Damai Palestina-Israel)

Latar Belakang
Amerika Serikat merupakan sebuah negara adidaya yang besar dan berpengaruh di seluruh dunia. Pengaruh kekuatan politik, militer maupun ekonomi yang dimiliki Amerika Serikat dapat pula mempengaruhi keberadaan maupun stabilitas negara lain. Amerika Serikat sebagai negara Adidaya memiliki hak Veto/hak khusus di dalam keanggotaannya di PBB. Semua keadaan politik, militer maupun ekonomi Amerika Serikat selalu di pantau dan di ikuti perkembangan maupun perubahannya oleh negara-negara lain yang ada di dunia ini.

Keseimbangan negara-negara di dunia saat ini tertumpu pada Amerika Serikat semenjak terpecah belahnya Uni Soviet sebagai satu-satunya negara yang dapat menyeimbangkan kekuatan Amerika Serikat. Peta politik dunia saat ini berubah dari bipolar menjadi Unipolar, dengan kata lain sekarang Amerika serikat menjadi satu-satunya negara yang memiliki kekuasaan tertinggi di antara semua negara-negara lain yang ada di dunia. Amerika Serikat menjadi negara yang super power, semua negara-negara di dunia harus berpikir matang-matang sebelum memutuskan untuk melawan maupun menolak kebijakan yang di keluarkan oleh Amerika Serikat. Bila sebuah negara berniat melakukan maupun memberikan perlawanan terhadap dominasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat, maka dengan tidak segan-segan dengan kekuatannya Amerika Serikat dapat saja melakukan embargo terhadap negara tersebut.

Dominasi Amerika Serikat bukan saja hanya tersebar di benua Amerika, tetapi juga mulai merambah ke Asia, Eropa, Afrika dan kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat telah membangun banyak sekali pangkalan militernya di negara-negara lain seperti; korea Selatan, Jepang, Irak, Bulgaria, kolombia, Jerman, GreenLand, Guam, Kyrgyzstan, Belanda, Portugis, Spanyol, Turkey, Inggris dsb dengan tujuan untuk menjaga keamanan dan stabilitas dunia.

Dengan banyaknya pangkalan militer yang didirikan oleh Amerika Serikat di luar wilayah negara nya, Amerika Serikat sekarang berperan seakan sebagai polisi dunia. Kekuasaan dan dominasi Amerika Serikat terhadap negara-negara di dunia bukanlah main-main dan terkadang dapat menjadi ancaman. Salah satu kasus dominasi Amerika Serikat yang paling di sorot oleh negara-negara dunia adalah dominasi Amerika Serikat dalam menolak dan memerangin keberadaan nuklir di Irak, padahal pada kenyataannya keberadaan nuklir di Irak masih dipertanyakan hingga saat ini.

Dominasi Amerika Serikat dalam memerangi nuklir di Irak yang di pandang terlalu agresif oleh negara-negara Islam. Dominasi telah menimbulkan pengobaran perang di Irak antara AS-Irak, ratusan korban baik militer, anak-anak, wanita, maupun sipil dari kedua belah pihak banyak berjatuhan. Dana yang keluar dari pihak Amerika Serikat untuk perang ini pun tidaklah sedikit.

Dari berbagai macam peristiwa-peristiwa maupun isu-isu seputar Amerika Serikat, peristiwa penyerangan teroris 11 September 2001 merupakan sebuah peristiwa penyerangan teroris di AS yang terbesar oleh non-Amerika sejak tahun 19814. Serangan 11 September, melibatkan 4 pesawat terbang milik Amerika Serikat yang menabrak menara World Trade Centre Utara dan selatan, Gedung The Pentagon, dan menabrakan pesawat ke tanah di Amerika Serikat yang telah menelan korban kurang lebih 3000 orang tewas dalam aksi teroris ini.
Peristiwa serangan 11 September ini menjadi titik balik awal fokus kebijakan luar negeri Amerika Serikat menjadi perlawanan terhadap teroris. Dari kejadian serangan 11 September ini pemerintahan Amerika Serikat yang pada saat itu masih dipegang oleh G.W.Bush telah berhasil meyakinkan pula negara-negara dunia lainnya untuk ikut memerangi teroris. Pelaku teroris 11 September ini oleh pihak Amerika Serikat dicurigai dilakukan oleh kelompok Al-Qaeda yang mengatasnamakan Islam. Dalam melawan teroris ini pihak Amerika Serikat lebih terlihat bukan hanya memerangi pihak-pihak teroris yang benar-benar bersangkutan tetapi juga memerangi dunia Islam. Para negara-negara dunia Islam pun melihat hal yang sama terhadap perlakuan Amerika Serikat tersebut.

Semenjak kejadian serangan 11 September dan perlawanan Amerika Serikat terhadap teroris, Amerika serikat mendapatkan citra buruk di mata dunia khususnya di mata dunia Islam sebagai negara adidaya penyebar peperangan. Karena dalam aksinya memerangi terorisme, Amerika Serikat lebih sering menggunakan kekuatan super power nya negara-negara yang dicurigai sebagai penyebar terorisme dan memulai perang tanpa mengindahkan imbauan maupun larangan PBB.
Semua serangan-serangan militer dan penciptaan buruk Amerika Serikat terjadi pada masa kepemimpinan G.W.Bush yang memang terkesan lebih agresif. Namun sekarang pada saat tahta kepemimpinan Presiden Amerika Serikat berpindah dan di menangkan oleh Barack Husein Obama, fokus pemerintahan Amerika serikat berubah kembali sesuai dengan visi dan misi yang di usung oleh Barack Husein Obama.
Barack Husein Obama terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat sejak 6 Februari 2008 dengan kemenangan telak 221 suara (65% dari 339 pemilih) mengalahkan Hillary Rodman Clinton. Sebagai orang kulit hitam pertama yang berhasil menjadi Presiden Amerika Serikat dan memiliki histori ke islaman, Barack Husein Obama mengharapkan pandangan dunia yang negatif berubah dan hubungan Amerika Serikat degan dunia Islam menjadi lebih baik. Barack Husein Obama mengutamakan diplomasi damai dalam kepemimpinannya, berusahasa sebesar mungkin mengurangi militerisasi Amerika di luar negeri, menghormati PBB dan pandangan para pemimpin dunia lain, tetap setia pada Undang-undangdan semangat konstitusi Amerika Serikat, mencurahkan upaya serius untuk menciptakan perdamaian abadi di Timur Tengah melalui diplomasi yang adil dan bersahabat, serta dengan sungguh-sunguh memanfaatkan kekuatan Amerika bagi terwujudnya dunia yang lebih adil dan lingkungan yang lebih aman tanpa adanya lagi peperangan.

PERMASALAHAN
Dengan masa kepemimpinan yang teritung singkat belum genap setahun, Barack Husein Obama telah berhasil mendapatkan Nobel Perdamaian pada tanggal 9 Oktober 2009. Menurut Thorbjorn Hagland ketua komite Nobel, Obama mendapat penghargaan ini karena ia sudah berprestasi dan juga terus berupaya untuk terus memperlancar proses-proses perdamaian. Hal itu tampak dari komitmen Obama membangun dunia tanpa nuklir, menciptakan hubungan baru dengan dunia Islam, dan pembatalan sistem perisai rudal di Eropa Timur. Gagasan diplomasi damai yang di usung Obama menjadi point penting dalam penilaian penganugrahan penghargaan Nobel ini.

Dalam pemerolehan Nobel oleh Obama ini terdapat pro dan kontra, banyak para pengkritik yang menganggap, Obama belum memenuhi meraih Nobel bergengsi itu. Mereka beralasan, dalam tahun pertama kepemimpinannya, Obama belum berbuat banyak bagi perdamaian dunia. Namun walau bagaimanapun Obama telah mendapatkan Nobel Perdamaian itu saat ini dan menjadi icon perdamaian saat ini.

Pasca perolehan Nobel oleh Obama, para pemimpin dunia mulai mendesak Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama untuk meningkatkan upaya diplomatiknya dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menegaskan, pemberian hadiah Nobel Perdamaian kepada Obama menandai bahwa Amerika Serikat kembali menjadi kesayangan masyarakat dunia. Sarkozy mengatakan bahwa Komite Hadiah Nobel mengakui komitmen Obama terhadap hak azasi manusia, keadilan dan kampanye perdamaian di dunia, sesuai dengan keinginan Alfred Nobel.

Komitmen Obama untuk memulai hubungan baru dengan dunia Islam sudah ia sampaikan saat melakukan kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat. Dalam kampanyenya, Obama berjanji akan menarik semua pasukan AS dari Irak paling lambat Agustus 2010. Kesungguhan Obama menciptakan hubungan baru AS dengan dunia Islam juga tampak dengan menunjuk George Mitchell sebagai Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah. Mitchell dikenal sebagai orang yang berhasil meredakan konflik sosial di Irlandia Utara.

Dalam pidato bersejarahnya di Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, Obama makin meneguhkan pola hubungan baru dengan dunia Islam. Hal inilah yang menyebabkan dunia Islam berharap banyak agar Obama terpilih dalam pemilihan presiden. Tak mengherankan apabila hasil survei di 11 negara Arab 2008 lalu menunjukkan tingkat penerimaan dunia Arab terhadap kepemimpinan AS pada masa Obama mengalami kenaikan jika dibanding pada masa pemerintahan Bush.
Di Tunisia, misalnya, pada survei Juni 2008, tingkat penerimaan terhadap kepemimpinan Bush hanya 14 persen. Namun, mengalami peningkatan pada Maret 2009 dengan tingkat penerimaan mencapai 37 persen pada masa Obama. Aljazair dari 25 persen (Juni 2008) ke 47 persen (Maret 2009), Mesir dari 6 persen (Mei 2008) ke 25 persen (Maret 2009), dan Arab Saudi dari 12 persen (Mei 2008) ke 29 persen (Maret 2009).

Dukungan terhadap kepemimpinan Obama tak hanya mengalir dari dunia Arab. Mayoritas masyarakat AS juga mendukung kebijakan luar negeri Obama. Jajak pendapat yang dilakukan New York Times Polls dan CBC News pada 1-5 April 2009 menunjukkan 59 persen responden mendukung kebijakan luar negeri Obama. Hanya 19 persen yang tidak mendukung.

Obama telah memulai menunjukkan kesungguhan Paman Sam untuk membangun hubungan baru dengan dunia Islam melalui inisiatif damai antara Palestina dan Israel. Dalam sejumlah pernyataannya di media massa, Obama menyetujui solusi dua negara untuk mengakhiri kebekuan diplomasi Palestina-Israel.

Namun dalam permasalahan inisiatif damai Palestine-Israel yang dilakukan oleh Obama melalui Diplomasi damainya, akankah benar-benar berhasil dan mendapatkan dukungan penuh juga dari staf-staf pemerintahannya. Karena seperti yang diketahui, Amerika Serikat memiliki hubungan yang dekat sekali dengan negara Israel terutama dengan kalangan Yahudinya. Kalangan Yahudi di Amerika Serikat walaupun jumlahnya minoritas hanya 2 sampai 3 persen dari total masyarakat Amerika namun kaum Yahudi memiliki powerfull bagi kehidupan sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan Amerika Serikat. Bangsa Yahudi memiliki signifikansi kuat dalam keuangan di partai Demokrat. Kaum Yahudi yang jumlahnya memang tidak terlalu banyak, namun mereka memiliki kekuatan untuk memperbanyak jumlah pendukung mereka. Kaum Ilmuan di Amerika pun sebagaian besar dikuasai oleh pihak Yahudi, “lobi Yahudi” menjadi istilah dan praktik yang cenderung abadi, khususnya berkenaan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat, baik untuk timur tengah maupun untuk belahan dunia lainnya.

Mengingat keberpengaruhan Yahudi di Amerika Serikat yang begitu kuat, kehidupan di Amerika Serikat akan sangat tergantung pada suku bangsa Yahudi, tanpa sumbangsi bangsa Yahudi terhadap Amerika, mungkin Amerika saat ini tidak akan sebesar dan seunggul ini di dunia.
Negara Israel yang berada di tanah bangsa Palestine menjadi “tanah suci”, kampung halaman bagi bangsa Yahudi, dan menjadi sebuah negara suci yang harus dipertahankan eksistensinya atas nama kewajiban agama. Dan menurut pandangan umum, adalah wajib hukumnya bagi umat Yahudi yang tersebar di seluruh belahan dunia untuk mempertahankan posisi Israel di tanah Palestine dengan berbagai cara sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Melihat berbagai macam latar belakang itu timbullah berbagai pertanyaan seperti, mampukah Barack Husein Obama tetap mempertahankan Diplomasi damainya dalam inisiatif damai Palestine-Israel guna memperbaiki hubungan dengan dunia Islam? Mampukah Barack Husein Obama bersikap adil tanpa berpihak terhadap permasalahan inisiatif damai Israel-Palestine sesuai dengan janjinya dalam pidato-pidato semasa kampanye hingga kepemimpinannya sekarang? Apakah dampak sikap netral Obama terhadap hubungan Amerika Serikat dan Bangsa Yahudi? Jalur Diplomasi politik yang seperti apakah yang akan benar-benar Obama jalankan dalam pemerintahannya ini? Apakah diplomasi damai tanpa keberpihakan ataukah itu semua hanya kamuflase saja untuk mendapatkan dukungan dunia Islam kembali untuk AS?


Daftar Pustaka
Hikmah, Tim. 2008. Obama,Tentang Israel, Islam dan Amerika. Jakarta. PT.Mizan Publika
http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_11_September_2001 di akses pada 16 February 2010
http://chartapolitika.com/index.php?option=com_content&view=article&id=149:obama-nobel-dan-dunias-islam&catid=40:arya-fernandes di akses pada 16 February 2010

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s