CiepCuit

Just another WordPress.com weblog

Negara-Negara ASEAN Upayakan Pembentukan Masyarakat Keamanan Pasca 11 September June 27, 2010

Filed under: Kuliah — ciptani @ 12:55 pm

Negara-Negara ASEAN Upayakan Pembentukan Masyarakat Keamanan
cri


Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) kemarin berlangsung di Singapura. Menteri pertahanan sepuluh anggota ASEAN seusai diskusi dengan bulat menekankan perlunya bagi negara-negara ASEAN meningkatkan kerja sama di bidang perdamaian dan keamanan regional untuk mewujudkan target pembentukan “Masyarakat Keamanan ASEAN” pada tahun 2015.

ASEAN yang didirikan pada tahun 1967 memiliki kekuatan yang terus meningkat di bidang-bidang politik, ekonomi dan kebudayaan setelah mengalami perkembangan selama bertahun-tahun, dan sedang mengambil peran semakin penting dalam urusan regional. Namun, perkembangan berbagai usaha ASEAN terus menerus menghadapi tantangan masalah keamanan.

Seperti diketahui, Selat Malaka sebagai jalur penting yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia terletak di kawasan Asia Tenggara, namun dalam waktu bertahun-tahun ini, kegiatan bajak laut yang marak di daerah itu sangat mengganggu angkutan laut dan perkembangan kawasan tersebut. Setelah terjadinya peristiwa serangan teroris “11 September”, ancaman keamanan non-tradisional yang dihadapi Asia Tenggara seperti terorisme, penyelundupan narkoba dan perdagangan manusia juga sangat meningkat. Selain itu, negara-negara ASEAN menghadapi pula bencana alam, penyebaran penyakit menular dan masalah-masalah keamanan lainnya, khususnya bencana akibat tsunami Samudera Hindia terhadap negara-negara pantai ASEAN pada tahun 2004 serta merebaknya flu burung di berbagai negara. Kesemua itu semakin menyadarkan negara-negara ASEAN bahwa kurangnya konsultasi dan kerja sama di bidang kepentingan keamanan bersama tidak menguntungkan perkembangan kepentingan keseluruhan ASEAN.

Pada tahun 2003, para anggota ASEAN mencapai kesepahaman untuk membentuk sebuah “Masyarakat ASEAN” dengan masyarakat ekonomi, masyarakat keamanan serta masyarakat sosial dan budaya sebagai tiga pilarnya. Bulan Mei tahun lalu, Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN yang pertama diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Ini merupakan kemajuan penting mekanisme dialog masalah keamanan ASEAN. Para menteri peserta pertemuan sepakat akan berupaya bersama membentuk masyarakat keamanan ASEAN sebelum tahun 2020, dalam rangka meningkatkan kemampuan negara-negara ASEAN untuk memberantas kejahtan lintas negara dan terorisme, meningkatkan keamanan maritin, serta melakukan pertolongan bencana. Pertemuan Puncak Cebu ASEAN bulan Januari tahun ini memutuskan untuk memajukan waktu realisasi Masyarakat ASEAN pada tahun 2015.

Dalam Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-2 di Singapura kali ini, menteri pertahanan 10 anggota ASEAN telah memaparkan keadaan keamanan di negara masing-masing, membahas situasi keamanan internasional dan regional dewasa ini serta perkembangan di masa depan, dan menandatangani “Deklarasi Bersama Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN” serta tiga dokumen untuk meningkatkan saling pengertian dan saling percaya, dan meningkatkan kerja sama keamanan di kawasan ini.

Deklarasi bersama telah menganalisa perkembangan kerja sama pertahanan negara-negara ASEAN di masa lalu, dan merumuskan kerangka bagi kerja sama pertahanan dan keamanan ASEAN di masa depan. Ketiga dokumen itu adalah “Protokol Konsep ADMM”, “Program Kerja Tiga Tahun ADMM” dan “Dokumen Konsep ADMM-Plus”. Di antaranya, “Protokol Konsep ADMM” membangun kerangka mekansime dialog, konsultasi dan pengambilan keputusan keamanan dan pertahanan ADMM. “Program Kerja Tiga Tahun ADMM” mengajukan proyek-proyek kerja sama prioritas negara-negara ASEAN di bidang pertahanan. Sedang “Dokumen Konsep ADMM-Plus” memaparkan prinsip dan bentuk kontak dan hubungan antara lembaga pertahanan negara-negara ASEAN dan negara-negara di luar kawasan Asia Tenggara.

Analis berpendapat, hasil-hasil yang dicapai Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN kedua menunjukkan bahwa negara-negara ASEAN sedang meningkatkan kerja sama antara satu sama lain untuk menghadapi ancaman keamanan tradisional dan non-tradisional.

Bagi ASEAN, penanganan atas situasi dan kompleksitas keamanan global dan regional pasca 11 September merupakan tantangan yang mensyaratkan inovasi dan kreativitas baru. Tantangan demikian sudah terasa sejak terjadinya krisis ekonomi tahun1997. Banyak kalangan, baik di lingkungan ASEAN sendiri maupun di dunia internasional,menilai bahwa organisasi ini hampir lumpuh dan dibuat tidak berdaya oleh berbagai kesulitan yang merupakan akibat dari sejumlah perkembangan. Pertama, ASEAN dinilai terlalu cepat dalam melakukan perluasan keanggotaan yang kini telah mencakup seluruh negara Asia Tenggara.
Kedua, kesulitan yang dihadapi ASEAN sekarang ini juga disebabkan oleh terjadinya sejumlah perubahan fundamental di bidang politik dan ekonomi di beberapa negara kunci, seperti Indonesia Thailand, dan Filipina. Terakhir, ada juga yang menilai bahwa kelemahan ASEAN sekarang ini disebabkan oleh runtuhnya kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN. Pendeknya, ASEAN dianggap telah kehilangan sentralitas diplomatik (diplomatic centrality) yang pernah dinikmatinya selama decade 1980-an sampai awal 1990-an.
Dengan dimulainya apa yang dapat disebut sebagai “Era Perang Melawan Terorisme” sejak peristiwa 11 September, ASEAN kembali dihadapkan kepada sebuah tantangan berat untuk membuktikan dirinya sebagai sebuah organisasi regional yang keberadaannya tidak hanya dibutuhkan, tetapi juga memiliki relevansi dalam menjawab berbagai tantangan-tantangan baru. Lingkungan strategis dimana ASEAN berada telah mengalami perubahan yang cukup signifikan, kalaupun tidak dikatakan telah berubah secara fundamental. Oleh karena itu, hakekat dari tantangan-tantangan yang dihadapinya juga telah mengalami perubahan. Untuk dapat menjawab tantangan-tantangan baru itu, ASEAN tampaknya tidak memiliki pilihan lain kecuali melakukan semacam refleksi diri. Tata dunia baru sekarang ini membutuhkan pemikiran-pemikiran baru, dan karenanya ASEAN harus berani bergerak meninggalkan sikap konservatif yang selama ini melekat cukup erat. Dengan kata lain, ASEAN, Diharapkan dapat mengambil langkah-langkah berani dalam upaya memperbaharui dirinya sendiri dan dalarn memperkuat relevansinya sebagai sebuah organisasi regional.
Dalam menjawab tantangan ke depan, ASEAN perlu merumuskan sebuah kondisi akhir yang ingin diwujudkan di masa depan secara lebih konkrit. Dengan kata lain, ASEAN perlu merumuskan sebuah kesepakatan mengenai ke arah mana ia akan berkembang, dan bagaimana cara mencapainya. Untuk itu, ASEAN dapat mempertimbangkan untuk berkembang menjadi sebuah “Security Community” dalam kurun waktu 20 tahun mendatang. Cita-cita “perdamaian dan stabilitas” yang termuat dalam Deklarasi Bangkok memerlukan arti yang fungsional dan operasional.
ASEAN tidak boleh dibiarkan mengambang tanpa adanya sense of purpose yang jelas; tanpa adanya tujuan praktis yang perlu dicapai, dan tanpa adanya gambaran mengenai kondisi ideal yang harus diwujudkan dimasa depan. Gagasan mengenai ASEAN Security Community dimaksudkan untuk memberi sense of purpose yang dibutuhkan, tujuan praktis yang perlu dimiliki, dan kondisi masa depan yang harus diwujudkan oleh semua negara anggota. Gagasan mengenai ASEAN Security Community dapat menjadi gagasan yang sejalan dengan usulan Singapura mengenai pentingnya transformasi ASEAN menjadi sebuah Masyarakat Ekonomi (ASEAN Economic Community) pada tahun 2020. Dalam jangka panjang, sebuah masyarakat ekonomi yang berkelanjutan (a sustainable economic community) hanya dapat dijamin dengan terbentuknya sebuah security community. Sebaliknya, sebuah security community tidak akan terjamin kelangsungannya tanpa adanya fundasi kepentingan bersama yang dihasilkan oleh economic community. Dengan kata lain, economic community dan security community akan saling mendukung dan memperkuat satu sama lainnya. Karena itu, gagasan mengenai ASEAN Community, dimana adanya keterkaitan kuat antara integrasi ekonomi dan cooperative security, bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk diwujudjkan dimasa mendatang. Jika dikelola dengan baik dan serius, ASEAN dapat berkembang menjadi sebuah Security Community komprehensif yang sejalan dengan kebutuhan dan karakteristik regional, tidak dalam pengertian security community yang Deutschian.
Kalau konsep Security Community yang Deutschian didasarkan pada pemahaman mengenai keamanan secara militer, ASEAN berpeluang untuk berkembang menjadi sebuah security community yang lebih komprehensif, yang mencakup, dan memberi penekanan kuat pada, aspekaspek keamanan non-militer. Namun, yang penting untuk ditekankan adalah sebuah Security Community bukanlah Pakta Pertahanan (Defence Pact) atau aliansi militer. ASEAN Security Community mencoba membangun sebuah lingkungan kerjasama yang dapat mencegah terjadinya konflik sejak awal. Bahkan apabila pertikaian terjadi, ASEAN Security Community akan menyediakan sebuah kerangka untuk tidak hanya mengelola, tetapi juga menyelesaikan konflik tersebut secara damai.
ASEAN berada pada posisi yang tepat untuk mewujudkan visi security community di masa mendatang. Asosiasi ini telah memiliki beberapa unsur yang memperlihatkan ciriciri sebagai sebuah Security Community. Bahkan, ASEAN juga telah memiliki praktekpraktek dan institusi, baik formal dan informal, untuk mencegah dan mengelola konflik di antara negara-negara anggota. Namun, untuk dapat berkembang menjadi Security Community, dimasa mendatang ASEAN perlu mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan konflik. Disamping itu, basis bagi terwujudnya integrasi ekonomi yang kuat, yang diharapkan dapat diwujudkan oleh gagasan ASEAN Economic Community, dapat memperkuat proses transformasi politik dan keamanan ASEAN. Dengan kata lain, apabila visi ASEAN Economic Community dapat diwujudkan pada 2020, maka gagasan mengenai ASEAN Security Community bukanlah hal yang tidak mungkin untuk diwujudkan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s